Pages

Powered by Blogger.

Thursday, 19 November 2015

Kritik Jurnal

KRITIK JURNAL

Judul      : Data Mining Sebagai Prediksi Terhadap Data Akademis Mahasiswa Studi Kasus : STMIK MDP

Penulis   : Mardiani




1.    Jenis penelitian Data Mining ini lebih tepat menggunakan algoritma GMDH(Group Method of Data Mining)

2.      Masalah-masalah
  •  Algoritma yang digunakan penulis menggunakan algoritma K-Means dan EM
  • Algoritma K-Means memiliki kekurangan, yaitu : 1. Dapat terjebak dalam masalah yang disebut curse of dimensionality. Hal ini dapat terjadi jika data pelatihan memiliki dimensi yang sangat tinggi . 2. Jika hanya terdapat beberapa titik sampel data, maka cukup mudah untuk menghitung dan mencari titik terdekat dengan k titik yang diinisialisasi secara random. Namun jika terdapat banyak sekali titik data (misalnya satu milyar buah data), maka perhitungan dan pencarian titik terdekat akan membutuhkan waktu yang lama.
  •  Dalam jurnal ini terdapat rumusan masalah, hipotesis, dan tujuan penilitian secara konsisten.
  •  Dari analisis hasil, didapatkan algoritma terbaik untuk melakukan clustering untuk kasus-kasus tersebut jika dibandingkan antara Algoritma K-Means dan EM adalah Algoritma K-Means
  •  Penelitian inihanya terbatas penyebutan dan pencarian lokasi tanpa pemetaan spatial secara geografis.
  • Metode penelitian: perumusan masalah, penentuan tentik clustering yang akan dipergunakan, preproses data, transformasi data dengan teknik clustering, analisa hasil clustering, dan penarikan kesimpulan.

3.     Desain penelitian
  • Desain dalam pengumpulan data(Data Mining) ini sudah tepat dalam menjawab rumusan masalah dalam jurnal ini.
  • Perlakuan dalam data dalam penelitian ini sudah digambarkan secara jelas
  • Dalam penelitian ini tidak ada informasi yang jelas apakah penelitian ini masuk dalam penelitian replikasi atau bukan.  
KESIMPULAN
Jenis algoritma untuk Data Mining yang digunakan oleh penulis adalah algoritma K-Means dan EM(Expectation Maximation). Dalam fungsionalitas Data mining & Prediksi, yang lebih tepat & lebih cepat untuk memprediksi adalah dengan menggunakan algoritma GMDH(Group Method of Data Handling). Group Method of Data Handling (GMDH) merupakan salah satu jalan yang tepat untuk mendapatkan pengidentifikasian yang akurat dan peramalan dalam proses yang kompleks dan dengan jangka waktu input yang pendek. 

Monday, 2 November 2015

Tugas Paper | G-Technology

         Di Indonesia, angka kecelakaan yang melibatkan sepeda motor hingga kini masih menduduki peringkat pertama dari kasus yang ada. Sepeda motor dapat menjadi ancaman terbesar terhadap kecelakaan di jalan raya dan menjadi penyumbang korban tertinggi. Kecelakaan lalu lintas pada pengendara sepeda motor dapat disebabkan beberapa faktor penyebab yaitu dari faktor manusia, kendaraan, dan lingkungan fisik.
         Jumlah Sepeda Motor semakin hari terus bertambah, mengapa demikian? karena kesadaran akan keselamatan berkendara masih kurang diperhatikan oleh para pengendara sepeda motor. Sepeda Motor adalah penyumbang korban kecelakaan tertinggi di jalan raya. Karena itulah sudah seharusnya pengendara sepeda motor lebih peduli dengan keselamatan dirinya dan orang lain dengan berkendara secara aman untuk menghindari kecelakaan. Kecelakaan lalu lintas banyak yang diawali dengan pelanggaran aturan atau rambu. Begitu juga kecelakaan yang menimpa pengendara sepeda motor.

Berikut ini adalah beberapa faktor penyebab kecelakaan yang wajib dihindari, diantaranya yaitu:

1.      Faktor Kendaraan dan kelengkapan berkendara
-Tidak menggunakan helm, jaket, dan kelengkapan berkendara lain
-Kerusakan motor seperti ban pecah, rem blong, kopling putus, rantai putus, mesin mati mendadak, lampu -mati, dan lain-lain
-Modifikasi motor yang kurang tepat
-Kurang perawatan dan pengecekan sebelum berkendara
2.      Faktor Lalulintas dan Kendaraan Lain
-Keramaian jalan
-Jarak dengan kendaraan lain
-Kecerobohan pengguna kendaraan lain
3.      Faktor Manusia
-Ketrampilan mengendarai motor
-Safety riding
-Attitude pengendara motor dan etika berkendara
-Kondisi fisik pengendara (kelelahan, ngantuk, sakit)
4.      Faktor Lingkungan dan Cuaca
-Kondisi jalan (tikungan, lubang, genangan air)
-Hujan atau kabut
-Kurangnya jarak pandang

         Angka kecelakaan bermotor khususnya sepeda motor merupakan salah satu penyebab kecelakaan tertinggi. Salah satu cara menguranginya adalah dengan menerapkan safety riding. Safety Riding adalah suatu usaha yang dilakukan dalam meminimalisir tingkat bahaya dan memaksimalkan keamanan dalam berkendara, demi menciptakan suatu kondisi, yang mana kita berada pada titik tidak membahayakan pengendara lain dan menyadari kemungkinan bahaya yang dapat terjadi di sekitar kita serta pemahaman akan pencegahan dan penanggulangannya.

       Bagaimana cara mengurangi kecelakaan pada kendaraan motor? yaitu bahwa disaat kita mengendarai kendaraan, maka haruslah tercipta suatu landasan pemikiran yang mementingkan dan sangat mengutamakan keselamatan, baik bagi diri sendiri maupun bagi orang lain.
     
         Dari masa ke masa semua peralatan teknologi informasi dan komunikasi mengalami perkembangan ke arah yang lebih baik, teknologi informasi dan komunikasi sudah berkembang dibanyak bidang, lebih canggih dan lebih memudahkan manusia dalam bekerja dan memecahkan persoalan-persoalan yang ada. Untuk mengurangi kecelakaan & melakukan safety riding, akan lebih baik jika menggunakan motor yang sudah dilengkapi teknologi G-Technology. G-Tec atau G-Technology mempunyai fitur G-Ride & G-Helm. G-Technology merupakan motor berteknologi terbaru yang dilengkapi system GPS (Global Positioning System), Voice Recognition, mini-maps, brake system, dan sensor.

         Motor yang sudah dilengkapi teknologi G-Technology dibuat dengan tujuan menjamin keselamatan pengendara & perjalanan akan lebih praktis. Di Indonesia, sangat dibutuhkan motor berteknologi G-Tec karena kondisi di Indonesia banyak terdapat daerah-daerah yang terkena macet terutama di kota-kota besar. G-Ride tersinkronisasi langsung dengan G-Helm menggunakan sinyal frekuensi rendah, kami menggunakan sinyal frenkuensi rendah agar pengendara tidak terkena radiasi langsung. G-Helm sendiri menggunakan baterai AA, agar pengguna bisa lebih mudah mendapatkannya di toko-toko terdekat.

         Global Positioning System (GPS) adalah sistem untuk menentukan letak di permukaan bumi dengan bantuan penyelarasan (synchronization) sinyal satelit. Sistem ini menggunakan 24 satelit yang mengirimkan sinyal gelombang mikro ke Bumi. Sinyal ini diterima oleh alat penerima di permukaan, dan digunakan untuk menentukan letak, kecepatan, arah, dan waktu.

         Voice recognition (Pengenalan ucapan) adalah suatu pengembangan teknik dan sistem yang memungkinkan komputer untuk menerima masukan berupa kata yang diucapkan. Teknologi ini memungkinkan suatu perangkat untuk mengenali dan memahami kata-kata yang diucapkan dengan cara digitalisasi kata dan mencocokkan sinyal digital tersebut dengan suatu pola tertentu yang tersimpan dalam suatu perangkat. Kata-kata yang diucapkan diubah bentuknya menjadi sinyal digital dengan cara mengubah gelombang suara menjadi sekumpulan angka yang kemudian disesuaikan dengan kode-kode tertentu untuk mengidentifikasikan kata-kata tersebut. Hasil dari identifikasi kata yang diucapkan dapat ditampilkan dalam bentuk tulisan atau dapat dibaca oleh perangkat teknologi sebagai sebuah komando untuk melakukan suatu pekerjaan.

         G-Ride berfungsi untuk mengetahui keramaian jalan,  lokasi, kondisi motor, mempertajam jarak pandang, mengetahui jarak antara pengguna dengan pengendara yang lain secara Real-time. Dengan hanya berbicara, G-Ride dapat merespon dan melaksanakan suatu aksi yang telah anda bicarakan, karena G-Ride mempunyai fitur Voice Recognition / Pengenalan suara. Sedangkan G-Helm berfungsi untuk melihat kondisi motor, mini-maps, dsb.

Berikut ini adalah fitur-fitur yang dimiliki oleh motor berteknologi G-Ride&G-Helm:
-Kemacetan = G-Helm akan menampilkan daerah-daerah yang terkena macet  pada mini-maps di kaca helm anda. Dengan begitu pengendara akan diberi petunjuk jalan yang lebih mudah untuk menghindari kemacetan.
-Lokasi = Dengan menggunakan GPS Tracking, pengendara akan lebih mudah untuk mencari suatu lokasi tanpa harus melihat aplikasi Maps/peta. Pengendara cukup berbicara dimana lokasi yang ingin dituju, lalu G-Helm akan menampilkan mini-maps lokasi yang ingin dituju.
-Mengetahui jarak antara pengguna motor G-Ride dengan pengendara yang lain = G-Ride menggunakan sensor, sistem ini bisa mendeteksi benda-benda yang ada di depan motor pengendara. Bila sistem merasa motor G-Ride akan menabrak sesuatu, ia akan memberitahu pengendara lewat bunyi alarm dan lampu peringatan. Bila pengendara tetap tidak bereaksi, maka motor G-ride akan mengerem perlahan, lalu mengerem penuh dan menghentikan lajunya beberapa sentimeter dari obyek yang ada di depannya.
-Mengetahui kondisi motor = Teknologi G-Tec bisa mengetahui & menampilkan apabila terdapat kerusakan pada motor
-G-Brake = Merupakan Teknologi canggih yang membantu menyeimbangkan pengereman roda belakang dan depan secara optimal. Hal ini juga memungkinkan kemudahan pengoperasian rem dengan menarik tuas rem kiri, rem depan, rem belakang dapat berfungsi dengan tepat.

         Di Indonesia, hingga sekarang masih banyak masyarakat/pengendara motor yang melanggar peraturan, menyalip tanpa melihat spion, belok tanpa menyalakan lampu sen, tidak safety-riding, dan sebagainya. Hal inilah yang membuat angka kecelakaan kendaraan bermotor semakin meningkat, hal yang dapat mengurangi  kecelakaan kendaraan bermotor adalah dengan menggunakan teknologi G-Tec.

         Dengan adanya inovasi terbaru teknologi G-Tec ini, kami berharap masyarakat Indonesia banyak yang menggunakan teknologi kami demi keselamatan diri sendiri maupun keselamatan orang lain. Teknologi ini akan terus berkembang apabila masyarakat Indonesia banyak yang mendukung dan menggunakan G-Tec, kami akan lebih berusaha untuk membuat & meng-update teknologi yang  lebih baik demi keselamatan para pengendara kendaraan bermotor dan orang lain.