Perbandingan
Pendapatan Per Kapita dan Indeks Pembangunan Manusia 2011 di 5 Negara dengan
IPM Tertinggi
Negara
|
IPM
|
Pendapatan
per Kapita (US$)
|
Urutan
|
|
IPM
|
Pendapatan per Kapita (US$)
|
|||
Norwegia
|
0.938
|
84.144
|
1
|
2
|
Australia
|
0.937
|
55.672
|
2
|
7
|
Selandia Baru
|
0.907
|
32.163
|
3
|
24
|
Amerika Serikat
|
0.902
|
46.860
|
4
|
10
|
Irlandia
|
0.895
|
46.298
|
5
|
12
|
Indonesia
|
0.600
|
2.974
|
108
|
109
|
Malaysia
|
0.744
|
8.373
|
57
|
68
|
Sumber: International Monetary Fund(IMF) 2011
Pada tabel diatas
menunjukkan Norwegia memiliki IPM tertinggi, akan tetapi Norwegia bukan negara
yang memiliki pendapatan per kapita tertinggi. Norwegia menempati urutan ke 1
berdasarkan pendapatan per kapita sebelum Australia. IPM pada urutan ke dua
ditempati oleh Australia, akan tetapi urutan berdasarkan pendapatan per kapita
berada pada urutan ke 7. Selandia Baru menempati urutan ke 3 negara yang
memiliki IPM tertinggi, namun berdasarkan pendapatan per kapita menempati
urutan ke 24. Berdasarkan informasi tersebut dapat disimpulkan bahwa
negara-negara yang memiliki IPM tertinggi tidak selalu memiliki pendapatan per
kapita tertinggi pula.
Gambar
1. Harga minyak mentah WTI (biru) dan Brent(jingga) tahun 2010-2011
Sumber: Badan Perencanaan Pembangunan Nasional(BAPPENAS) 2011
Harga minyak dunia turun
setelah data menunjukkan persediaan bulanan yang lebih tinggi pada penyimpanan
minyak mentah Amerika Serikat (AS) yaitu West
Texas Intermediate (WTI),
harga minyak lebih rendah menunjukkan volatilitas yang lebih maju. Dibandingkan
dengan Brent, produksi minyak dunia mengalami kenaikkan sekitar 73%. Sejak
pembekuan pertama kali diusulkan bulan februari, harga telah pulih sekitar 50%
dari tingkat terendah dan kembali stabil.
Penguatan dalam sebulan
terakhir belum mampu menghapus pelemahan sejak pergantian tahun yang kini ada
pada kisaran 15%. Sentimen dari kembalinya minyak mentah di pasaran dan stok
melimpah membuat harga minyak jatuh pada bulan juli 2011.