Augmented
Reality pada Android
Teknologi
yang diciptakan manusia semakin maju dalam berbagai
bidang, contohnya di bidang edukasi dan komunikasi informasi. Perkembangan sarana
informasi dan kemajuan teknologi komputerisasi sangat membantu pekerjaan
manusia. Salah satu teknologi yang berkembang pesat saat ini adalah Augmented
Reality, suatu
teknologi yang menggabungkan benda maya dua dimensi ataupun tiga dimensi
kedalam sebuah lingkungan nyata lalu memproyeksikan benda-benda maya
tersebut secara real time (Febrian Wahyutama, 2013).
Realitas
bertambah atau dikenal dengan Augmented Reality (AR) sebagai
penggabungan benda-benda nyata dan maya di lingkungan nyata, berjalan secara
interaktif dalam waktu nyata, dan terdapat integrasi antar benda dalam tiga
dimensi, yaitu benda maya terintegrasi dalam dunia nyata. Android adalah sebuah
sistem operasi untuk perangkat mobile yang berbasis Linux yang mencakup
sistem operasi, middleware dan aplikasi. Android
menyediakan platform terbuka bagi para developer untuk
menciptakan
aplikasi mereka (Julia Purnama Sari, 2014).
SDK
Pada Augmented Reality
SDK
|
Fungsi
|
Tracking
|
Platform
|
Graphics
|
Cloud
|
GPS
|
Lisensi
|
Qualcomm
Vuforia
|
2D
Images, Markers
|
NFT,
Marker, Text
|
iOS,
Android
|
Unity3D
& Alt.
|
Yes
|
No
|
Free
|
Metaio
SDK
|
2D
Images, GEO, 3D, Anywhere
|
NFT,
GPS, 3D SLAM
|
iOS,
Android
|
Unity3D
& Alt.
|
Yes
|
Yes
|
0 -
$10,000
|
TotalImm.
D’fusion
|
2D
Images, faces
|
NFT,
Face
|
iOS,
Android Dev: MS only
|
Unity3D
& Alt.
|
No
|
No
|
0 -
$10.000
|
WikitudeSDK
|
2D
Images, GEO
|
GPS,
NFT
|
iOS,
Android, Blackberry
|
HTML,
Proprietary
|
Yes
|
Yes
|
0 –
$2,300
|
Layar
SDK
|
2D
Images
|
NFT,
QR
|
iOS,
Android
|
Proprietary
|
Yes
|
No
|
$3,250/app/yr
+ $20/page
|
13th
Lab Point Cloud
|
2D
Images, 3D, Anywhere
|
NFT,
3D, SLAM
|
iOS,
Android
|
Unity3D
& Alt.
|
No
|
No
|
0 -
$5,000
|
Gambar 1. Perbandingan
tipe-tipe SDK pada Augmented Reality
Tabel perbandingan ini membandingkan berbagai tipe SDK (Software Development Kit) Augmented
Reality dan frameworks. SDK (Software Development Kit)
adalah tools untuk para programmer dalam mengembangkan aplikasi
yang berbasis pada android. Augmented Reality SDK memudahkan
para developer untuk mengembangkan aplikasi Augemented Reality lebih
mudah (Teknologi AR pada aplikasi Android
dan iOS) (O'Shaughnessey, 2013).
Teknologi Augmented
Reality membuat manusia dapat melihat objek tanpa harus
memvisualisasikan objek tersebut. Teknologi ini dapat digunakan
di segala bidang baik bidang pendidikan, hiburan, kesehatan, manufaktur,
navigasi telepon genggam maupun pelatihan militer. Augmented Reality merupakan suatu teknologi yang dapat menggabungkan
objek virtual 3D ke dalam lingkungan yang nyata. Implementasi dari teknologi
ini yaitu objek virtual
3D akan terlihat menyatu dengan dunia nyata. Output dari aplikasi
ini bisa melalui
perangkat smartphone android.
Perangkat berbasis android hanya mempunyai satu layar foreground.
Normalnya saat menghidupkan android, yang pertama dilihat adalah home.
Jika menjalankan
sebuah aplikasi, User Interfacenya (UI) akan menyatu pada layar
sebelumnya. Semua proses diatas direkam pada application stack oleh
sistem Activity Manager (Huda).
Aplikasi Augmented Reality digunakan untuk mengetahui
lokasi pada suatu temapat bagi user, mereka tidak akan kebingungan lagi
untuk mencari tentang rute perjalanan yang mau dikunjunginya. Penelitian ini
diharapkan juga menjadi bahan referensi untuk pengembangan selanjutnya. Seiring
perkembangan teknologi smartphone, saat ini tengah marak aplikasi android
berbasis Augmented Reality. Augmented Reality merupakan
teknolologi yang menggabungkan benda maya dua dimensi ataupun tiga dimensi ke
dalam lingkungan nyata lalu memproyeksikan benda-benda maya tersebut secara real
time (Budi Dwi Satoto, 2013).
Android adalah
sistem operasi untuk smarthphone yang berbasis Linux.
Android menyediakan platform terbuka bagi para pengembang untuk menciptakan
aplikasi mereka sendiri yang
akan digunakan oleh bermacam-macam piranti gerak. Sekarang terdapat
dua jenis distributor sistem operasi android. Pertama, yang mendapat
dukungan penuh dari Google atau Google Mail Services (GMS) dan kedua
adalah yang benar-benar bebas distribusinya tanpa dukungan langsung dari Google atau
dikenal sebagai Open Handset Distribution (OHD) (Elvrilla, 2011).
Metode Augmented Reality
Marker merupakan suatu pola yang dibuat dalam bentuk gambar dan
dapat dikenali oleh perangkat optik atau kamera pada metode Augmented
Reality. Metode pada Augmented Reality dapat dibagi menjadi dua
yaitu Marker Based Tracking dan Markerless. Berikut ini
penjelasannya:
1. Markerless merupakan suatu metode yang tidak
membutuhkan sebuah marker untuk menampilkan objek-objek virtual.
Pada saat ini terdapat beberapa macam metode markerless seperti face
tracking, 3D object tracking, motion tracking, dan GPS
based tracking.
Berikut ini penjelasannya:
a. Face tracking menggunakan algoritma yang dapat
mengenali wajah manusia secara umum dengan cara mengenali posisi mata, hidung, dan
mulut seseorang. Kemudian akan mengabaikan objek-objek lain disekitarnya.
b. 3D object tracking dapat mengenali semua bentuk
benda disekitar, seperti mobil, meja, televisi, dan sebagainya.
c. Motion tracking merupakan teknik pada komputer
yang dapat menangkap gerakan. Motion tracking telah mulai
digunakan secara ekstensif untuk memproduksi film-film yang mencoba
mensimulasikan gerakan.
d. GPS based tracking merupakan metode yang
memanfaatkan fitur GPS dan kompas pada smartphone, aplikasi akan
mengambil data dari GPS dan kompas kemudian menampilkannya dalam bentuk
arah yang diinginkan secara realtime, bahkan ada beberapa aplikasi
menampilkannya dalam bentuk tiga dimensi (Khotimah, 2014).
Daftar Pustaka
Budi Dwi Satoto, E. R. (2013), 'Integrasi Augmented
Reality Pada Mobile Virtual Tour', Jurnal Ilmiah Mikrotek Vol. 1, No.1,
61, 63.
Elvrilla, S. (2011), 'Augmented Reality Panduan Belajar
Sholat Menggunakan Android', 5.
Febrian Wahyutama, F. S. (2013), 'Penggunaan Teknologi
Augmented Reality Berbasis Barcode sebagai Sarana Penyampaian Informasi
Spesifikasi dan Harga Barang yang Interaktif Berbasis Android', Studi Kasus
pada Toko Elektronik ABC Surabaya, Jurnal Teknik Pomits Vol. 2, No. 3,
(2013), 481-482.
Huda, A. A. (2013), Ebook Pintar Pemrograman Android,
Yogyakarta.
Julia Purnama Sari, E. A. (2014), 'Rancang Bangun
Aplikasi Layanan Berbasis Lokasi Dengan Penerapan Augmented Reality Menggunakan
Metode Markerless Berbasis Android', Studi Kasus Pencarian Perangkat Daerah
Kota Bengkulu, Jurnal Rekursif, Vol. 2., 83-84.
Khotimah, K. (2014), 'Aplikasi Tutorial Rukun Umroh
Menggunakan Augmented Reality Berbasis Android', Prosiding Seminar Ilmiah
Nasional Komputer dan Sistem Intelijen (KOMMIT 2014) (pp. 279-281), Depok:
Universitas Gunadarma.
O'Shaughnessey, P. (2013), 'Augmented Reality. Augmented
World Expo 2013 Mobile AR SDK Comparison and Tutorial', 30.