Pages

Powered by Blogger.

Saturday, 23 January 2016

Pentingnya mempelajari Ilmu Beladiri


Pada zaman sekarang ini, banyak orang yang beranggapan bahwa berlatih beladiri berkaitan dengan kekerasan. Padahal Ilmu Beladiri tidak seperti itu, karena disana kita diajarkan cara bertahan & menyerang dengan baik.  Namun anggapan tersebut tidak tepat, karena manfaat berlatih beladiri itu banyak sekali. Bahkan pada tingkatan tertentu sebuah perguruan beladiri mulai mengajarkan filosofi yang terkandung dalam setiap jurus yang dipelajari dan aplikasi filosofi tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Setelah bertahun-tahun tidak bertemu teman lama, ternyata dia merupakan seorang yang bisa disebut “ahli beladiri”, dia telah mengikuti beberapa aliran ilmu beladiri dan cukup mahir.

Pria kelahiran tahun 94 itu bernama lengkap Gilang, merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. Menurutnya, ia telah mempelajari ilmu beladiri sejak umur 14 tahun. “Saya mulai mempelajari ilmu beladiri sekitar 6 tahun yang lalu, ilmu beladiri yang pertama saya ikuti yaitu Taekwondo. Saya mengikuti ilmu beladiri bukan untuk gaya-gayaan, tetapi untuk bisa melindungi diri sendiri & orang yang kita sayangi dari orang-orang jahat” ucapnya sambil tertawa.

Secara umum, manfaat sebagai sarana membeladiri dari kekerasan untuk saat ini justru semakin berkurang, seiring dengan budaya modern yang mulai meninggalkan budaya kekerasan, tingkat kejahatan yang menurun dan kesadaran akan hukum. Walaupun tidak bisa dipungkiri ada beberapa wilayah yang budaya kekerasannya masih melekat atau tingkat kriminalnya masih tinggi. Jangankan menyakiti seseorang dengan memukul atau menendang, menyakiti seseorang dengan bahasa verbal saja bisa berurusan dengan hukum. Sehingga manfaat untuk olahraga, prestasi dan pengembangan ini justru menonjol.

Tak sulit untuk menemukan jenis beladiri di sekitar kita. Banyak perguruan beladiri seperti Pencak Silat, Karate, Tae-kwon-do, Kung fu, Judo, Jujitsu, Capoera  dan masih banyak lagi. Tak hanya kaum pria yang menyukai beladiri tetapi banyak juga dari kaum wanita yang mengikuti latihan beladiri.

“Namun kebanyakan orang malas untuk belajar beladiri, misalnya saja mereka beranggapan bahwa dengan menarik pelatuk senjata api lebih mudah dan mengalahkan seseorang jika dibandingkan harus belajar beladiri. Hal ini bisa dikatakan benar, tapi kebanyakan seorang pendekar tidak akan mati dengan mudah jika hanya ditembak. Jika ilmunya sudah tinggi, peluru pun tak mampu membuatnya tumbang, jadi apalah arti sebuah senjata api?”  ujar Gilang.

Kesehatan jiwa dan raga merupakan manfaat dari olahraga beladiri yang dilakukan secara teratur. Dengan melakukan olahraga yang teratur, seseorang dapat mengurangi atau melawan penyakit dan tidak perlu membeli obat obatan mahal demi menurunkan berat badan. Banyak manfaat postif yang bisa diambil dari olahraga secara teratur. Khusus olahraga beladiri, selain mafaat kesehatan manfaat lainnya yang didapat cukup beragam. Paling tidak melalui olahraga beladiri manfaat yang didapat seperti meningkatnya rasa percaya diri, tumbuhnya sportivitas, menghargai orang lain, menghargai senior, menghargai kebersihan.

Menurut pendapatmu sendiri, apa saja manfaat yang bisa kita dapat dari mempelajari ilmu beladiri?”
“Yang pertama adalah manfaat emosional, ini sangat penting. Pada perguruan bela diri yang baik, muridnya akan mendapat pendidikan budi pekerti juga. Ssaat latihan diajarkan cara memukul yang benar, namun setelah itu diajarkan untuk tidak boleh memukul (sembarangan). Dalam bela diri, murid diajarkan untuk bisa membela diri saat dalam posisi lemah dan bisa menjadi pelindung saat dalam posisi kuat. Sifat-sifat ksatria, terutama untuk berusaha menang tanpa pertempuran, juga diajarkan.” Ujar Gilang.

 “Guru saya dulu saat ditanya soal definisi pendekar, Gelar pendekar itu tidak sembarangan disandang seseorang. Pendekar harus melalui uji laku, uji nalar dan uji kebijaksanaan yang  dahsyat.” Gilang menambahkan.

Manfaat emosional lain adalah rasa percaya diri karena mereka telah dilatih untuk mengetahui ancaman konflik, bagaimana menghindarinya kalau bisa, dan menghadapinya dengan efektif dan efisien bila terpaksa (dalam bela diri selalu diajarkan untuk melumpuhkan penyerang sementara, agar cukup punya waktu untuk pergi menghindari konflik berkepanjangan, bukan diajarkan untuk menghajar habis-habisan si penyerang). Murid juga akan dilatih disiplin, awas terhadap lingkungan, ketenangan dalam menghadapi masalah (ini penting!), kecepatan mengambil keputusan, serta fokus dan penuh perhatian dalam mengambil tindakan.

"Selanjutnya adalah manfaat sosial. Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, murid akan diajarkan bahwa saat mereka dalam posisi lemah maka mereka harus bisa membela diri, sedangkan saat dalam posisi kuat mereka harus bisa menjadi pelindung bagi yang lemah" ujar Gilang.
Misalnya, saat berlatih membanting teman berlatih maka mereka akan dilatih untuk menjaga agar teman berlatih tidak cedera. Dalam beberapa bela diri, konsep ini bahkan dibawa sampai saat berhadapan dengan lawan sesungguhnya. Tujuannya bukan untuk mencederai lawan, namun hanya melumpuhkan serangannya dan menyadarkannya. Selain itu, murid juga diajari untuk memiliki rasa hormat, tidak hanya pada guru dan teman seperguruan, namun juga pada lawan! Yang terakhir, dalam bela diri dididikkan pula konsep pertemanan.

Bagaimana dengan resiko cedera? Percaya atau tidak, dalam latihan bela diri yang begitu diawasi dan dijaga langkah-langkahnya, resiko cedera justru lebih kecil dibanding saat murid berlatih olahraga lain seperti sepak bola, dan lainnya. Dalam Aikido contohnya, pelajaran pertama adalah cara menjatuhkan diri yang benar agar tidak cedera saat latihan atau bertarung.

Beberapa manfaat berlatih beladiri :
Sebagai sarana membeladiri
Tujuan utama membeladiri adalah selamat. Terkadang sebuah konflik atau kejahatan bisa dihindari ketika lawan atau pelaku kejahatan mengurungkan niat untuk berhadapan dengan kita karena emosi mereka menurun atau menjadi segan,  jika kita menghadapinya dengan tenang dan percaya diri. Namun jika konflik tidak bisa dihindari, setidaknya kita sudah siap untuk menghadapinya.

Lebih Sehat dan Bugar  
Seperti halnya manfaat olah raga yang lain. Berlatih beladiri secara teratur sama manfaatnya dengan berolahraga secara teratur, yaitu akan meningkatkan kebugaran, karena otot yang ada akan terlatih untuk bergerak dan membuat tubuh menjadi lebih sehat serta meningkatkan daya tahan tubuh dan tidak mudah sakit. Gerakan-gerakan tertentu, terutama yang menggunakan unsur kecepatan, turut memacu fungsi jantung dan paru-paru. Sehingga peredaran darah dan nafas kita akan lebih lancar.

Membuat otot Lebih Kuat dan fleksibel
Gerakan memukul, menendang, merunduk, melompat dan lainnya seringkali diterapkan dalam seni bela diri. Gerakan lainnya seperti gerakan berlari, sit up, push up, berjalan juga jongkok semua itu bisa melatih otot kita  agar menjadi lebih kuat, cekatan, tangkas, cepat.

Meningkatkan rasa percaya diri dan keberanian
Ketika kita merasa mempunyai kemampuan lebih maka akan bisa meningkatkan rasa percaya diri. Disamping itu memang dalam perguruan beladiri umumnya memang kita dilatih dan dikondisikan agar rasa percaya diri serta keberanian kita muncul.

Meningkatkan kedisiplinan
Setiap bela diri pastinya akan memilki teknik/ jurus dan aturan, yang harus diterapkan dengan displin. Karena tanpa adanya displin dalam menerapkan jurus maupun aturan, sangat dimungkinkan bahwa hasil dari berlatih beladiri tidak akan maksimal. Tingkatan dalam beladiri juga memaksa seseorang untuk berusaha dengan disiplin, untuk memenuhi beberapa persyaratan untuk mencapainya. Pada ujian kenaikan tingkat maka ada beberapa materi yang diujikan untuk bisa memenuhi syarat naik tingkat, misalnya penguasaan teknik, penerapan jurus, kecepatan maupun daya tahan. Dan ini hanya bisa dicapai dengan disiplin diri. Walaupun penguasaan tekniknya bagus, namun penerapan atau kecepatannya tidak memenuhi syarat tentu bisa menggagalkan hasil ujian tersebut.

Jika anda khawatir bahwa seni bela diri itu mengandung banyak kekerasan dan pertempuran, anda tidak perlu khawatir. Seni bela diri hanya sedikit atau tidak ada penekanan pada kekerasan, tetapi menekankan pentingnya disiplin dan hormat. Ilmu Beladiri lebih fokus pada persaingan dengan diri sendiri, karena rasa hormat adalah aspek paling penting dalam seni beladiri. Jadi, Ilmu Beladiri itu tidak hanya untuk perlindungan diri(Self-Defense), tetapi untuk membuat karakter yang baik.