Pada zaman sekarang ini, banyak orang yang
beranggapan bahwa berlatih beladiri berkaitan dengan kekerasan. Padahal Ilmu
Beladiri tidak seperti itu, karena disana kita diajarkan cara bertahan &
menyerang dengan baik. Namun anggapan tersebut tidak tepat, karena
manfaat berlatih beladiri itu banyak sekali. Bahkan pada tingkatan tertentu
sebuah perguruan beladiri mulai mengajarkan filosofi yang terkandung dalam
setiap jurus yang dipelajari dan aplikasi filosofi tersebut dalam kehidupan
sehari-hari. Setelah bertahun-tahun tidak bertemu teman lama, ternyata dia
merupakan seorang yang bisa disebut “ahli beladiri”,
dia telah mengikuti beberapa aliran ilmu beladiri dan cukup mahir.
Pria kelahiran tahun 94 itu bernama lengkap
Gilang, merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. Menurutnya, ia telah
mempelajari ilmu beladiri sejak umur 14 tahun. “Saya mulai mempelajari ilmu
beladiri sekitar 6 tahun yang lalu, ilmu beladiri yang pertama saya ikuti yaitu
Taekwondo. Saya mengikuti ilmu beladiri bukan untuk gaya-gayaan, tetapi untuk
bisa melindungi diri sendiri & orang yang kita sayangi dari orang-orang
jahat” ucapnya sambil tertawa.
Secara umum, manfaat sebagai sarana
membeladiri dari kekerasan untuk saat ini justru semakin berkurang, seiring
dengan budaya modern yang mulai meninggalkan budaya kekerasan, tingkat
kejahatan yang menurun dan kesadaran akan hukum. Walaupun tidak bisa dipungkiri
ada beberapa wilayah yang budaya kekerasannya masih melekat atau tingkat
kriminalnya masih tinggi. Jangankan menyakiti seseorang dengan memukul atau
menendang, menyakiti seseorang dengan bahasa verbal saja bisa berurusan dengan
hukum. Sehingga manfaat untuk olahraga, prestasi dan pengembangan ini justru
menonjol.
Tak sulit untuk menemukan jenis beladiri di sekitar kita. Banyak
perguruan beladiri seperti Pencak Silat,
Karate, Tae-kwon-do, Kung fu, Judo, Jujitsu, Capoera dan masih banyak
lagi. Tak hanya kaum pria yang menyukai beladiri tetapi banyak juga dari kaum
wanita yang mengikuti latihan beladiri.
“Namun kebanyakan orang malas untuk belajar beladiri, misalnya
saja mereka beranggapan bahwa dengan menarik pelatuk senjata api lebih mudah
dan mengalahkan seseorang jika dibandingkan harus belajar beladiri. Hal ini
bisa dikatakan benar, tapi kebanyakan seorang pendekar tidak akan mati dengan
mudah jika hanya ditembak. Jika ilmunya sudah tinggi, peluru pun tak mampu
membuatnya tumbang, jadi apalah arti sebuah senjata api?” ujar Gilang.
Kesehatan jiwa dan raga merupakan manfaat
dari olahraga beladiri yang dilakukan secara teratur. Dengan melakukan olahraga
yang teratur, seseorang dapat mengurangi atau melawan penyakit dan tidak perlu
membeli obat obatan mahal demi menurunkan berat badan. Banyak manfaat postif
yang bisa diambil dari olahraga secara teratur. Khusus olahraga beladiri,
selain mafaat kesehatan manfaat lainnya yang didapat cukup beragam. Paling
tidak melalui olahraga beladiri manfaat yang didapat seperti meningkatnya rasa
percaya diri, tumbuhnya sportivitas, menghargai orang lain, menghargai senior,
menghargai kebersihan.
“Menurut
pendapatmu sendiri, apa saja manfaat yang bisa kita dapat dari mempelajari ilmu
beladiri?”
“Yang pertama adalah manfaat emosional, ini sangat penting. Pada
perguruan bela diri yang baik, muridnya akan mendapat pendidikan budi pekerti
juga. Ssaat latihan diajarkan cara memukul yang benar, namun setelah itu
diajarkan untuk tidak boleh memukul (sembarangan). Dalam bela diri, murid
diajarkan untuk bisa membela diri saat dalam posisi lemah dan bisa menjadi
pelindung saat dalam posisi kuat. Sifat-sifat ksatria, terutama untuk berusaha
menang tanpa pertempuran, juga diajarkan.” Ujar Gilang.
“Guru saya dulu saat ditanya soal definisi pendekar, Gelar pendekar itu tidak sembarangan disandang
seseorang. Pendekar harus melalui uji laku, uji nalar dan uji kebijaksanaan
yang dahsyat.” Gilang menambahkan.
Manfaat emosional lain adalah rasa percaya diri karena mereka
telah dilatih untuk mengetahui ancaman konflik, bagaimana menghindarinya kalau
bisa, dan menghadapinya dengan efektif dan efisien bila terpaksa (dalam bela
diri selalu diajarkan untuk melumpuhkan penyerang sementara, agar cukup punya
waktu untuk pergi menghindari konflik berkepanjangan, bukan diajarkan untuk
menghajar habis-habisan si penyerang). Murid juga akan dilatih disiplin, awas
terhadap lingkungan, ketenangan dalam menghadapi masalah (ini penting!),
kecepatan mengambil keputusan, serta fokus dan penuh perhatian dalam mengambil
tindakan.
"Selanjutnya adalah manfaat sosial. Seperti sudah dijelaskan
sebelumnya, murid akan diajarkan bahwa saat mereka dalam posisi lemah maka
mereka harus bisa membela diri, sedangkan saat dalam posisi kuat mereka harus
bisa menjadi pelindung bagi yang lemah" ujar Gilang.
Misalnya, saat berlatih membanting teman berlatih maka mereka akan
dilatih untuk menjaga agar teman berlatih tidak cedera. Dalam beberapa bela
diri, konsep ini bahkan dibawa sampai saat berhadapan dengan lawan
sesungguhnya. Tujuannya bukan untuk mencederai lawan, namun hanya melumpuhkan
serangannya dan menyadarkannya. Selain itu, murid juga diajari untuk memiliki
rasa hormat, tidak hanya pada guru dan teman seperguruan, namun juga pada
lawan! Yang terakhir, dalam bela diri dididikkan pula konsep pertemanan.
Bagaimana dengan resiko cedera? Percaya atau tidak, dalam latihan
bela diri yang begitu diawasi dan dijaga langkah-langkahnya, resiko cedera
justru lebih kecil dibanding saat murid berlatih olahraga lain seperti sepak
bola, dan lainnya. Dalam Aikido contohnya, pelajaran pertama adalah cara
menjatuhkan diri yang benar agar tidak cedera saat latihan atau bertarung.
Beberapa manfaat berlatih beladiri :
Sebagai sarana membeladiri
Tujuan utama membeladiri adalah selamat.
Terkadang sebuah konflik atau kejahatan bisa dihindari ketika lawan atau pelaku
kejahatan mengurungkan niat untuk berhadapan dengan kita karena emosi mereka
menurun atau menjadi segan, jika kita menghadapinya dengan tenang dan
percaya diri. Namun jika konflik tidak bisa dihindari, setidaknya kita sudah
siap untuk menghadapinya.
Lebih Sehat dan Bugar
Seperti halnya manfaat olah raga yang lain.
Berlatih beladiri secara teratur sama manfaatnya dengan berolahraga secara
teratur, yaitu akan meningkatkan kebugaran, karena otot yang ada akan terlatih
untuk bergerak dan membuat tubuh menjadi lebih sehat serta meningkatkan daya
tahan tubuh dan tidak mudah sakit. Gerakan-gerakan tertentu, terutama yang
menggunakan unsur kecepatan, turut memacu fungsi jantung dan paru-paru.
Sehingga peredaran darah dan nafas kita akan lebih lancar.
Membuat otot Lebih Kuat dan fleksibel
Gerakan memukul, menendang, merunduk,
melompat dan lainnya seringkali diterapkan dalam seni bela diri. Gerakan
lainnya seperti gerakan berlari, sit up, push up, berjalan juga jongkok semua
itu bisa melatih otot kita agar menjadi lebih kuat, cekatan,
tangkas, cepat.
Meningkatkan rasa percaya diri dan keberanian
Ketika kita merasa mempunyai kemampuan lebih
maka akan bisa meningkatkan rasa percaya diri. Disamping itu memang dalam
perguruan beladiri umumnya memang kita dilatih dan dikondisikan agar rasa
percaya diri serta keberanian kita muncul.
Meningkatkan kedisiplinan
Setiap bela diri pastinya akan memilki
teknik/ jurus dan aturan, yang harus diterapkan dengan displin. Karena tanpa
adanya displin dalam menerapkan jurus maupun aturan, sangat dimungkinkan bahwa
hasil dari berlatih beladiri tidak akan maksimal. Tingkatan dalam beladiri juga
memaksa seseorang untuk berusaha dengan disiplin, untuk memenuhi beberapa
persyaratan untuk mencapainya. Pada ujian kenaikan tingkat maka ada beberapa
materi yang diujikan untuk bisa memenuhi syarat naik tingkat, misalnya
penguasaan teknik, penerapan jurus, kecepatan maupun daya tahan. Dan ini hanya
bisa dicapai dengan disiplin diri. Walaupun penguasaan tekniknya bagus, namun
penerapan atau kecepatannya tidak memenuhi syarat tentu bisa menggagalkan hasil
ujian tersebut.
Jika anda khawatir bahwa seni bela diri itu mengandung banyak kekerasan dan pertempuran, anda tidak perlu khawatir. Seni bela diri hanya sedikit atau tidak ada
penekanan pada kekerasan, tetapi menekankan pentingnya disiplin dan hormat. Ilmu Beladiri lebih fokus pada
persaingan dengan diri sendiri, karena
rasa hormat adalah aspek paling penting dalam seni
beladiri. Jadi, Ilmu
Beladiri itu tidak hanya untuk perlindungan diri(Self-Defense), tetapi untuk
membuat karakter yang baik.