Pages

Powered by Blogger.

Monday, 20 June 2016

Tugas 4 - Bahasa Indonesia 2


                                           Augmented Reality pada Android
 
 Teknologi yang diciptakan manusia semakin maju dalam berbagai bidang, contohnya di bidang edukasi dan komunikasi informasi. Perkembangan sarana informasi dan kemajuan teknologi komputerisasi sangat membantu pekerjaan manusia. Salah satu teknologi yang berkembang pesat saat ini adalah Augmented Reality, suatu teknologi yang menggabungkan benda maya dua dimensi ataupun tiga dimensi kedalam sebuah lingkungan nyata lalu memproyeksikan benda-benda maya tersebut secara real time (Febrian Wahyutama, 2013). 

Realitas bertambah atau dikenal dengan Augmented Reality (AR) sebagai penggabungan benda-benda nyata dan maya di lingkungan nyata, berjalan secara interaktif dalam waktu nyata, dan terdapat integrasi antar benda dalam tiga dimensi, yaitu benda maya terintegrasi dalam dunia nyata. Android adalah sebuah sistem operasi untuk perangkat mobile yang berbasis Linux yang mencakup sistem operasi, middleware dan aplikasi. Android menyediakan platform terbuka bagi para developer untuk menciptakan aplikasi mereka (Julia Purnama Sari, 2014).

SDK Pada Augmented Reality
SDK
Fungsi
Tracking
Platform
Graphics
Cloud
GPS
Lisensi
Qualcomm
Vuforia
2D Images, Markers
NFT, Marker, Text
iOS, Android
Unity3D & Alt.
Yes
No
Free
Metaio SDK
2D Images, GEO, 3D, Anywhere
NFT, GPS, 3D SLAM
iOS, Android
Unity3D & Alt.
Yes
Yes
0 - $10,000
TotalImm. D’fusion
2D Images, faces
NFT, Face
iOS, Android Dev: MS only
Unity3D & Alt.
No
No
0 - $10.000
WikitudeSDK
2D Images, GEO
GPS, NFT
iOS, Android, Blackberry
HTML, Proprietary
Yes
Yes
0 – $2,300
Layar SDK
2D Images
NFT, QR
iOS, Android
Proprietary
Yes
No
$3,250/app/yr + $20/page
13th Lab Point Cloud
2D Images,  3D, Anywhere
NFT, 3D, SLAM
iOS, Android
Unity3D & Alt.
No
No
0 - $5,000

Gambar 1. Perbandingan tipe-tipe SDK pada Augmented Reality 
         
         Tabel perbandingan ini membandingkan berbagai tipe SDK (Software Development Kit) Augmented Reality dan frameworks. SDK (Software Development Kit) adalah tools untuk para programmer dalam mengembangkan aplikasi yang berbasis pada android. Augmented Reality SDK memudahkan para developer untuk mengembangkan aplikasi Augemented Reality lebih mudah (Teknologi AR pada aplikasi Android dan iOS) (O'Shaughnessey, 2013).

Teknologi Augmented Reality membuat manusia dapat melihat objek tanpa harus memvisualisasikan objek tersebut. Teknologi ini dapat digunakan di segala bidang baik bidang pendidikan, hiburan, kesehatan, manufaktur, navigasi telepon genggam maupun pelatihan militer. Augmented Reality merupakan suatu teknologi yang dapat menggabungkan objek virtual 3D ke dalam lingkungan yang nyata. Implementasi dari teknologi ini yaitu objek virtual 3D akan terlihat menyatu dengan dunia nyata. Output dari aplikasi ini bisa melalui perangkat smartphone android. Perangkat berbasis android hanya mempunyai satu layar foreground. Normalnya saat menghidupkan android, yang pertama dilihat adalah home. Jika menjalankan sebuah aplikasi, User Interfacenya (UI) akan menyatu pada layar sebelumnya. Semua proses diatas direkam pada application stack oleh sistem Activity Manager (Huda).
 
Aplikasi Augmented Reality digunakan untuk mengetahui lokasi pada suatu temapat bagi user, mereka tidak akan kebingungan lagi untuk mencari tentang rute perjalanan yang mau dikunjunginya. Penelitian ini diharapkan juga menjadi bahan referensi untuk pengembangan selanjutnya. Seiring perkembangan teknologi smartphone, saat ini tengah marak aplikasi android berbasis Augmented Reality. Augmented Reality merupakan teknolologi yang menggabungkan benda maya dua dimensi ataupun tiga dimensi ke dalam lingkungan nyata lalu memproyeksikan benda-benda maya tersebut secara real time (Budi Dwi Satoto, 2013).

Android adalah sistem operasi untuk smarthphone yang berbasis Linux. Android menyediakan platform terbuka bagi para pengembang untuk menciptakan aplikasi mereka sendiri yang akan digunakan oleh bermacam-macam piranti gerak. Sekarang terdapat dua jenis distributor sistem operasi android. Pertama, yang mendapat dukungan penuh dari Google atau Google Mail Services (GMS) dan kedua adalah yang benar-benar bebas distribusinya tanpa dukungan langsung dari Google atau dikenal sebagai Open Handset Distribution (OHD) (Elvrilla, 2011).

Metode Augmented Reality
Marker merupakan suatu pola yang dibuat dalam bentuk gambar dan dapat dikenali oleh perangkat optik atau kamera pada metode Augmented Reality. Metode pada Augmented Reality dapat dibagi menjadi dua yaitu Marker Based Tracking dan Markerless. Berikut ini penjelasannya:

1. Markerless merupakan suatu metode yang tidak membutuhkan sebuah marker untuk menampilkan objek-objek virtual. Pada saat ini terdapat beberapa macam metode markerless seperti face tracking, 3D object tracking, motion tracking, dan GPS based tracking.
Berikut ini penjelasannya:
a. Face tracking menggunakan algoritma yang dapat mengenali wajah manusia secara umum dengan cara mengenali posisi mata, hidung, dan mulut seseorang. Kemudian akan mengabaikan objek-objek lain disekitarnya.
b. 3D object tracking dapat mengenali semua bentuk benda disekitar, seperti mobil, meja, televisi, dan sebagainya.
c. Motion tracking merupakan teknik pada komputer yang dapat menangkap gerakan. Motion tracking telah mulai digunakan secara ekstensif untuk memproduksi film-film yang mencoba mensimulasikan gerakan.
d. GPS based tracking merupakan metode yang memanfaatkan fitur GPS dan kompas pada smartphone, aplikasi akan mengambil data dari GPS dan kompas kemudian menampilkannya dalam bentuk arah yang diinginkan secara realtime, bahkan ada beberapa aplikasi menampilkannya dalam bentuk tiga dimensi (Khotimah, 2014).

Daftar Pustaka
         
          Budi Dwi Satoto, E. R. (2013), 'Integrasi Augmented Reality Pada Mobile Virtual Tour', Jurnal Ilmiah Mikrotek Vol. 1, No.1, 61, 63.
          Elvrilla, S. (2011), 'Augmented Reality Panduan Belajar Sholat Menggunakan Android', 5.
          Febrian Wahyutama, F. S. (2013), 'Penggunaan Teknologi Augmented Reality Berbasis Barcode sebagai Sarana Penyampaian Informasi Spesifikasi dan Harga Barang yang Interaktif Berbasis Android', Studi Kasus pada Toko Elektronik ABC Surabaya, Jurnal Teknik Pomits Vol. 2, No. 3, (2013), 481-482.
         Huda, A. A. (2013), Ebook Pintar Pemrograman Android, Yogyakarta.
         Julia Purnama Sari, E. A. (2014), 'Rancang Bangun Aplikasi Layanan Berbasis Lokasi Dengan Penerapan Augmented Reality Menggunakan Metode Markerless Berbasis Android', Studi Kasus Pencarian Perangkat Daerah Kota Bengkulu, Jurnal Rekursif, Vol. 2., 83-84.
         Khotimah, K. (2014), 'Aplikasi Tutorial Rukun Umroh Menggunakan Augmented Reality Berbasis Android', Prosiding Seminar Ilmiah Nasional Komputer dan Sistem Intelijen (KOMMIT 2014) (pp. 279-281), Depok: Universitas Gunadarma.
         O'Shaughnessey, P. (2013), 'Augmented Reality. Augmented World Expo 2013 Mobile AR SDK Comparison and Tutorial', 30.