Pages

Powered by Blogger.

Sunday, 30 March 2014

Ilmu Budaya Dasar BAB 3

                                   BAB 3
     KONSEPSI ILMU BUDAYA DASAR DALAM KESUSASTRAAN
A. PENDEKATAN KESUSASTRAAN
       IBD, yang dinamakan Basic Humanities, berasal dari bahasa Inggris the humanities. Istilah ini berasal dari bahasa latin Humanus, yang berarti manusiawi, berbudaya, dan halus. Dengan mempelajari the humanities orang akan menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Jadi the humanities berkaitan dengan masalah nilai, yaitu nilai kita sebagi homo humanus.
      Untuk menjadi homo humanus, manusia harus mempelajari ilmu yaitu humanities, disamping tanggung jawabnya yang lain. Pada umumnya the humanities mencakup filsafat, teologi, seni, dan cabang-cabangnya termasuksastra, sejarah, cerita rakyat, dan sebagainya. Pada pokoknya semua memppelajari masalh manusia dan budaya, dan dapat diterjemahkan menjadi ilmu-ilmu kemanusian dan pengetahuan budaya.
      Disetiap jaman seni adalah sastra yang memegang peranan penting dalam the humanities. Karena seni adalah ekspresi yang sifatnya tidak normatif, seni lebih mudah berkomunikasi. Karena tidak normatif nilai-nilai yang disampaikannya lebih fleksibel, baik isinya maupun penyampaiannya.
Sastra juga hampir mempunyai hal yang lebih penting, alasn pertama, karena sastra menggunakan bahasa. Sastra juga lebih muda berkomunikasi, karena pada hakekatnya karya sastra adalah penjabaran abstraksi. Sementara itu filsafat yang juga mempergunakan bahasa,adalah abstraksi. Cinta kasih, kebahagiaan, kebebasan dan lainnya. Yang lebih di kaji adalah sifat abstrak, sehingga menyebabkan filsafat lebih berkomunikasi.
      Cabang yang lain pada hakekatnya juga bersifat abstrak. Gerak-gerik pada seni tari, misalnya yang masih perlu dijabarkan. Meskipun seni tari dibandingkan seni musik yang lebih banyak dinikmati, dan bunyi-bunyi ini masih memerlukan penafsiran.
      Karena seni memegang peranan penting, karena seniman sebagai pencipta karya seni juga penting, meskipun yang lebih penting adalah karyanya. Seniman adalah media penyampaian nilai-nilai kemanusiaan. Kepekaannya menyebabkan ia mampu menangkap hal yang lepasdari pengamatan orang lain.
Orientasi the humanities adalah ilmu dengan mempelajari satu atau sebagian dari sebagian disiplin ilmu yang tercakup dalam the humanities, dan manusia diharapkan menjadi homo humanus yang lebih baik.

B. ILMU BUDAYA DASAR YAN DIHUBUNGKAN DENGAN PROSA
      Istilah prosa banyak padanannya. Dan sering disebut narrative fiction, prose fiction atau hanya fiction saja. Dalam bahasa istilah tadi sering di terjemahkan menjadi cerita rekaan dan didefinisikan kedalam bentuk cerita atau prosa kisahan yang mempunyai pemeran, lakuan, peristiwa dan alurnya. Dan hasilnya oleh daya khayal atau imajinasi. Istilah cerita rekaan pada umumnya pada umumnya dipakai untuk roman, atau novel atau cerita pendek.

Dalam kesusastraan Indonesia kita mengenal jenis prosa lama dan prosa baru. a. Prosa lama meliputi
1. dongeng- dongen
2. hikayat
3. sejarah
4. eps
5. cerita pelipur lara

b. Prosa baru meliputi
1. cerita pendek
2. roman/novel
3. biografi
4. kisah
5. otobiografi

C. NILAI-NILAI DALAM PROSA FIKSI
Sebagai seni yang bertulang punggung cerita, mau tidak mau karya sastra (prosa fiksi) langsung atau tidak langsung membawakan moral, pesan atau cerita. Dengan perkataan lain prosa mempunyai nilai-nilai yang diperoleh pembaca lewat sastra. Adapun nilai-nilai yang diperoleh pembaca lewat sastra antara lain :
1. Prosa fiksi memberikan kesengan
Keistimewaan kesenangan yang diperoleh dari membaca fiksi adalah pembaca mendapat pengalaman sebagaimanan pembaca mengalaminya sendiri peristiwa-peristiwa itu atau kejadian yang dikisahkan. Pembaca dapat mengembangkan imajinasinya untuk mengenal daerah atau tempat yang asing, yang belum di kunjungi atau yang tidak mungkin dikunjungi selama hidupnya. Pembaca dapat mengenal tokoh-tokoh yang aneh atau tingkah lakunya atau mungkin rumit perjalanan hidupnya untuk mencapai sukses.
2. Prosa fiksi memberikan informasi
Fiksi memberikan sejenis informasi yan tidak terdapat di dalam ensiklopedi. Dalam novel sering kita dapat belajar sesuatu yang lebih daripada sejarah atau laporan jurnalistik tentang kehidupan masa kini, kehidupan masa lalu, bahkan juga kehidupan yang akan datang atau kehidupan yang asing sama sekali.
3. Prosa fiksi memberikan warisan kultural
Prosa fiksi dapat menstimulan imaginasi, dapat merupakan sarana bagi pemindahan yang tak henti-hentinya dari warisan budaya bangsa.
4. Proses memberikan keseimbangan warisan
Lewat prosa fiksi seseorang dapat menilai kehidupan berdasarkan pengalaman-pengalaman dengan banyak individu. Fiksi juga memungkinkan lebih banyak kesempatan untuk memilih respon-respon emosional atau rangsangan aksi yang mungkin sangat berbeda daripada apa yang disajikan dalam kehidupan sendiri.
Berkenaan dengan moral, karya sastra dapat di bagi menjadi dua: karyasastra yang menyuarakan aspirasi jaman, dan karya sastra yang menyuarakan gejolak jamannya. Ada juga yang tentu menyuarakan kedua-duanya.

No comments:

Post a Comment